BANDUNG BARAT – Padepokan Usik Buhun menggelar ritual penjamasan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus ikhtiar memohon keberkahan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Curug Sihung, Kabupaten Bandung Barat. Ritual ini diikuti jajaran Padepokan Usik Buhun bersama para anggota dan simpatisan budaya Sunda.
Penjamasan menjadi bagian dari tradisi yang dijaga untuk merawat nilai-nilai buhun atau peninggalan lama yang diwariskan para karuhun.
Dalam kegiatan itu, para peserta mengikuti rangkaian prosesi dengan khidmat. Mereka membawa semangat menjaga budaya, mempererat persaudaraan, dan memperkuat rasa hormat terhadap tradisi.
Ritual penjamasan tidak hanya dimaknai sebagai pembersihan secara lahiriah. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi simbol pembersihan diri, hati, dan niat dalam menjalani kehidupan.
Padepokan Usik Buhun selama ini dikenal sebagai wadah pelestarian seni dan budaya Sunda. Padepokan tersebut juga aktif menjaga kesenian tradisional agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
Ketua Umum Padepokan Usik Buhun, Yosep Saputra atau yang akrab disapa Mang Opet, sebelumnya menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga budaya Sunda.
Menurutnya, seni tradisional harus tetap hidup dan dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Melalui kegiatan penjamasan, Padepokan Usik Buhun ingin mengingatkan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu.
Budaya juga menjadi identitas, tuntunan, dan pengikat kebersamaan di tengah masyarakat.
Prosesi tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi para anggota padepokan. Mereka berkumpul, berdoa, dan bersama-sama menjaga nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
Selain memohon keberkahan, kegiatan ini juga menjadi pengingat agar setiap anggota tetap rendah hati dan menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai spiritual dan budaya dalam ritual penjamasan menjadi bagian penting dari perjalanan Padepokan Usik Buhun.
Kegiatan seperti ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian masyarakat terhadap tradisi lokal.
Di tengah arus modernisasi, pelestarian budaya membutuhkan dukungan banyak pihak.
Padepokan Usik Buhun berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut menjaga dan mengenalkan budaya Sunda kepada generasi berikutnya.
Ritual penjamasan ini menjadi salah satu cara untuk merawat hubungan manusia dengan sejarah, alam, dan nilai-nilai leluhur.
Dengan begitu, warisan budaya tetap hidup dan tidak berhenti hanya sebagai cerita masa lalu.
